Minggu, 04 Oktober 2009

Revitalisme Nasionalisme di Era Globalisasi

Revitalisme yang berasal dari kata revitalisasi yang dimana revitalisasi adalah upaya untuk memvitalkan kembali suatu kawasan atau bagian kota yang dulunya pernah vital/hidup, akan tetapi kemudian mengalami kemunduran/degradasi.

Suatu faham yang lebih menitik beratkan kepada menumbuhkan atau membangun atau memvitalkan kembali rasa nasionalisme yang dinilai pada era globalisasi ini sudah mulai pudar, dimana pada era ini kita tau bahwa sudah banyak kebudayaan dan gaya hidup luar yang mulai mencampuri dan kadang merubah total khas dari bangsa kita ini, yang dimana dikhawatirkan akan menghilangkan secara perlahan seluruh kebudayaan dan khas yang kita miliki. Oleh kerena itu faham ini sebaiknya sudah di tanamkan sejak dini, guna menghindari degradasi kebudayaan dan khas dari bangsa ini kedepannya.

Kasus.
1. Penggunaan bahasa yang sering dicampur adukan dengan bahasa asing, sebagai contoh, by the way hari ini kita mau kemana?, atau lagi on the way.
Dengan secara tidak langsung kita sudah menghilangkan sedikit kosakata bahasa yang kita miliki, dapat di bayangkan bila 10 tahun kedepan seluruh anak-anak muda menggunakan bahasa seperti ini, dan mungkin akan benar-benar menggunakan bahasa asing dan menghilangkan bahasa ibu, ini bias menjadi sebuah degradasi kebudayaan khususnya dalam berbahasa.

2. Penggunaan batik
Sebelumnya ada sebuah kecerobohan bangsa ini ketika mendengar kata batik. sebagai contoh, kita selalu beranggapan bahwa batik itu hanya dipakai untuk acara pernikahan dan acara penting lainnya yang di anggap formal, namun dengan kesadaran yang muncul belakangan ini diharapkan anggapan ersebut dapat dihilangkan dan dilupakan Karen apabila hanya dipakai sebagai dress code untuk acara seperti itu amat sangat disayangkan sekali, sebuah kebudayaan yang diturunkan oleh nene moyang namun dipakai pada hari-hari tertentu. Dapat dibayangkan apabila dalam satu minggu kita sering melihat atau mengaplikasikan batik untuk kerajianan busana sehari-hari, bisa dipastikan kebudayaan ini tidak akan habis ditelan waktu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar